MEDAN — Kabar tidak sedap mencuat dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Medan atau yang lebih dikenal dengan Rutan Tanjung Gusta. Informasi yang diterima awak media menyebutkan adanya dugaan peredaran narkoba di dalam lingkungan rutan tersebut.
Informasi itu mencuat setelah adanya laporan masyarakat yang kemudian disebut menjadi dasar dilakukannya razia dan penggeledahan terhadap sejumlah kamar warga binaan pemasyarakatan (WBP).
Dalam kegiatan tersebut, petugas disebut menemukan barang yang diduga narkotika dari salah satu kamar WBP berinisial Isak.
Menurut sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, setelah temuan tersebut Isak disebut dimasukkan ke dalam trapsel, yakni ruang isolasi atau sel khusus bagi WBP yang menjalani hukuman disiplin.
“Masuk trapsel Isak, karena kedapatan ada narkoba di kamar WBP,” ujar sumber tersebut.
Namun, informasi yang beredar menyebutkan bahwa temuan tersebut diduga tidak dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk proses lebih lanjut. Isak disebut hanya menjalani hukuman di trapsel selama beberapa hari sebelum kembali dikeluarkan.
Lebih lanjut, sumber juga menyebut adanya dugaan pemberian uang dalam jumlah puluhan juta rupiah yang dikaitkan dengan keluarnya Isak dari trapsel. Namun, informasi mengenai dugaan pemberian uang tersebut masih membutuhkan pembuktian dan klarifikasi dari pihak-pihak terkait.
Hal lain yang menjadi sorotan adalah dugaan tidak diserahkannya barang yang ditemukan dalam penggeledahan kepada aparat penegak hukum sebagai barang bukti untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
Atas informasi tersebut, awak media telah berupaya meminta konfirmasi kepada Kepala Rutan Kelas I Medan terkait kronologi penggeledahan, temuan barang yang diduga narkotika, tindakan terhadap WBP yang bersangkutan, serta status barang yang ditemukan.
Namun hingga berita ini ditayangkan, pihak Rutan Kelas I Medan belum memberikan jawaban atau klarifikasi.
Awak media juga akan meminta penjelasan kepada Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) guna memastikan kebenaran informasi tersebut serta mengetahui langkah yang akan dilakukan apabila ditemukan adanya pelanggaran prosedur.














